ALO Dokter.Pasien perempuan berusia 65 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Keluhan hilang timbul sejak tahun lalu dan dirasakan makin sering....
Pasien perempuan nyeri perut kanan atas hingga sulit berjalan, apa diagnosisnya? - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Pasien perempuan nyeri perut kanan atas hingga sulit berjalan, apa diagnosisnya?
ALO Dokter.
Pasien perempuan berusia 65 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas. Keluhan hilang timbul sejak tahun lalu dan dirasakan makin sering. Nyeri memburuk setelah makan. Sejak semalam, nyeri memburuk hingga sulit berdiri dan berjalan, disertai mual. Keluhan demam, menggigil, jaundice dan berat badan turun disangkal. Apa diagnosis berdasarkan x-ray abdomen?
Tunggu jawabannya di hari selasa depan dok..
Jawabannya adalah Porcelain Gallbladder ✅
Ini adalah kondisi langka di mana dinding otot kandung empedu mengalami pengapuran akibat penumpukan kalsium. Peradangan kronis yang biasanya disebabkan oleh batu empedu yang sudah lama ada. Hal ini menyebabkan jaringan yang tadinya lentur menjadi keras, menebal, dan rapuh, sehingga tampak padat serta berwarna putih kebiruan menyerupai porselen.
Sebagian besar pasien sama sekali tidak menunjukkan gejala, dan kondisi ini sering kali ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan rontgen perut, USG, atau CT Scan yang dilakukan untuk alasan lain.
Apakah ada risiko kanker? Dahulu, kandung empedu porselen dianggap sebagai kondisi darurat yang mengharuskan tindakan bedah segera, karena penelitian pada abad ke-20 memperkirakan adanya risiko sebesar 12% hingga 60% untuk berkembang menjadi karsinoma kandung empedu.
Studi retrospektif terkini telah merevisi estimasi risiko ini menjadi jauh lebih rendah:
Risiko keseluruhan yang sebenarnya: Estimasi saat ini menempatkan risiko keganasan secara keseluruhan pada tingkat yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 2% - 6%.
Pentingnya Jenis Kalsifikasi:
Kalsifikasi Lengkap (Transmural): seluruh dinding mengalami kalsifikasi secara merata. Lapisan mukosa sering kali terlepas (mengelupas), kondisi yang justru memiliki risiko kanker lebih rendah.
Kalsifikasi Mukosa Tidak Lengkap/Selektif: Kalsium mengendap secara tidak merata (bercak-bercak) di dalam selaput lendir (mukosa). Pola ini membawa risiko kanker kandung empedu yang jauh lebih tinggi.
Strategi Penanganan
Penanganan terutama bergantung pada tiga faktor: gejala, pola kalsifikasi, dan risiko pembedahan bagi pasien.
1. Pasien dengan Gejala
Jika pasien mengalami nyeri perut kanan atas, mual, muntah, atau kolik bilier, penanganan standar yang dilakukan adalah kolesistektomi (pengangkatan kandung empedu melalui pembedahan), yang umumnya dilakukan dengan metode laparoskopi.
2. Pasien Tanpa Gejala
Bagi pasien yang tidak menunjukkan gejala pada perut, penanganan disesuaikan berdasarkan faktor risiko masing-masing.
Pembedahan profilaksis direkomendasikan, jika:
Pencitraan menunjukkan adanya kalsifikasi yang tidak lengkap atau berupa bercak (kalsifikasi mukosa selektif). Pasien berusia lebih muda atau memiliki harapan hidup panjang, di mana risiko kumulatif kanker seumur hidup lebih besar daripada risiko pembedahan. Terdapat batu empedu penyerta atau lesi mukosa yang mencurigakan.
Penanganan konservatif / pemantauan direkomendasikan, jika:
Kalsifikasi bersifat lengkap/difus (transmural).
Pasien lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta (komorbiditas) kardiopulmonal
yang signifikan, di mana risiko pembedahan lebih besar daripada potensi manfaatnya. Sebagai gantinya, dapat dilakukan observasi klinis rutin dan pemeriksaan pencitraan berkala (ultrasound atau CT scan).