Pasien wanita usia 40 tahun dengan keluhan terdapat ruam yang terasa nyeri serta gatal pada area dahi, hidung, hingga ke mata kanan - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, izin bertanya dok, pasien ny. 40 th, awalnya sebulan yang lalu datang dengan keluhan ruam beberapa sperti luka lecet diametr 0,5 cm di dahi dan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pasien wanita usia 40 tahun dengan keluhan terdapat ruam yang terasa nyeri serta gatal pada area dahi, hidung, hingga ke mata kanan

    02 Oktober 2020, 17:14

    Alo dokter, izin bertanya dok,

     pasien ny. 40 th, awalnya sebulan yang lalu datang dengan keluhan ruam beberapa sperti luka lecet diametr 0,5 cm di dahi dan terdapat bengkak,hiperemis, nyeri berdenyut, gatal didaerah hidung dan sekitar mata. nyeri dan gatal drasakan jg hingga kedalam mata kanan, yang muncul setelah pemakaian pembersih wajah, saat itu sya beri antibiotik, dexa 2x1, asam mefenamat 3x1, cetirizin 1x1, salep mata antibiotik. 5 hari kemudian pasien dtg lagi, bengkaknya sudh berkurng, tapi masih nyeri dan gatal ditempat yang sama, saya beri asam mefenamat dan cetirizin, dan salep hidrokortison, seminggu kemudian pasien dtg lagi keluhan bengkak sudah tidak ada, dan ruam (seperti yang ada di foto), pasien mengatakan masih gatal dan nyeri seperti ditusuk didaerah ruam di dahi ,hidung, sekitar mata kanan, trutama malam hari, mata kanan jg jadi terasa sedikit kabur, bila diberi salep hidrokortison didaerah ruam, jadi bertambah nyeri.


    Mohon pendapatnya dokter, kira2 ini kasus apa dan bagaimana terapinya, mengapa ya dok ruamnya hanya sperti hiperpigmentasi, tpi pasien masih merasa nyeri, hingga ke daerah mata 

    Terimakasih dok,

02 Oktober 2020, 18:45

Alo Dok,

Mungkin bisa Dokter sertakan data dari keluhan, misalnya ketika pertama kali datang itu keluhannya sudah dialami berapa lama? apakah gatalnya dirasakan sepanjang hari atau ada waktu-waktu tertentu saja? ada riwayat alergi atau riwayat alergi di keluarga?

Kalau dari info yang Dokter berikan dan foto yang ada, mungkin bisa mengarah ke lichen planus atau dermatitis (link: https://dermnetnz.org/topics/lichen-simplex/) dan (https://dermnetnz.org/topics/erosive-lichen-planus/)

Kenapa masih terasa nyeri mungkin bisa dilihat dari bentuk lukanya, apakah pasien sebelumnya sering menggaruk daerah yang gatal, tapi kalau lesi yang muncul adalah lichen planus erosif, bisa saja timbul rasa nyeri selain rasa gatal di daerah lesinya.

Untuk treatment, menurut sumber di atas, bisa diberikan steroid topikal/oral, ciclosporine, metrotrexate.

Semoga membantu.

CMIIW

03 Oktober 2020, 00:07
Terimakasih atas informasiny  dok, 

Pasiennya waktu pertama kali datang ke saya sudah mengalami keluhan tersebut kurang lebih 3 hari, sudh berobat sebelumnya namun tidak ada perubahan, untuk keluhan gatal dan nyerinya hampir setiap hari, trutama mlam hari. Apabila gatal muncul, lngsung terasa nyeri diarea tersebut , Tersentuh sedikit diarea ruam terasa nyeri. Riwayt alergi tidak ada.


02 Oktober 2020, 19:46
Apa ada vesikel sebelumnya? Kalau lihat sepintas sepertinya tidak melewati garis tengah lesinya seperti mengikuti dermatom. Suspek herpes zooster, kalau ada keterlibatan mata HZO. CMIW

03 Oktober 2020, 00:10
Terimakasih atas informasinya dok
Saat awal datang ke saya, sudah hari ke 3 keluhan, vesikel tidak ada, tapi ruamnya seperti luka lepuh dan lecet dok

02 Oktober 2020, 20:34
dr.Hajar Imtihani, Sp.DV
dr.Hajar Imtihani, Sp.DV
Dokter Spesialis Kulit
Alo dok, setuju dg dr.yustiadenta, sepintas lesinya tampak berbatas sangat tegas di midline, dan lesi hny di sisi kanan wajah, kemungkinan dx herpes zooster dok, mungkin dg keterlibatan mata atau herpes zooster okular. Dlm kondisi seperti di gambar, tidak perlu diberikan steroid topikal, karna penggunaan jangka panjang malah akan menimbulkan efek samping pd kulit wajah. Antinyeri dpt diberikan scr oral, atau bs jg alternatifnya dg lidokain/prilokain topikal. Untuk lesi, mgkn perlu diperdalam anamnesisnya awal lesi dahulu kala seperti apa. Mgkn karna sering dipegang, lesi primer berupa vesikel jd tidak disadari, dan baru disadari ketika sudah pecah atau menjadi lecet. Saat ini hny meninggalkan hiperpigmentasi pasca inflamasi, biasanya akan bertahan agak lama, terutama pd pasien dg skin type III-IV. 
03 Oktober 2020, 00:14
Terimakasih atas informasi dan masukannya dokter, 

Dok, apakah masih bisa diberi terapi asiklovir ya dok?
02 Oktober 2020, 20:37
dr.Hajar Imtihani, Sp.DV
dr.Hajar Imtihani, Sp.DV
Dokter Spesialis Kulit
Oh ya, salah satu komplikasi herpes zooster adalah post herpetic neuralgia, jd bisa saja nyerinya itu bertahan lama meski lesi kukit sudah tidak ada. Pilihan terapinya berupa gabapentin. 
03 Oktober 2020, 00:24
Terimksih atas ilmunya dok,

Dok, izin bertnya
Untuk pemberian gabapentin sebaiknya dimulai dosis berapa dan berapa lama pemberiannya ya dok? Terimaksih dokter
04 Oktober 2020, 16:58
dr.Hajar Imtihani, Sp.DV
dr.Hajar Imtihani, Sp.DV
Dokter Spesialis Kulit
Terapi asiklovir oral dapat diberikan meski telah melewati masa 2x24 jam, tujuannya utk meminimalkan munculnya atau beratnya komplikasi. Dosis tetap sama yaitu 5x800mg. Gabapentin dpt diberikan jk mengalami postherpetic neuralgia, dg dosis 2-3x300 mg, dpt jg dikombinasikan dg anxiolytic. Izin menambahkan dan saran jg dok, riwayat lesi vesikel yg kita tanyakan mungkin dijelaskan dg bahasa pasien tidak berupa kata2 'vesikel', namun kadang pasien menyebutkan 'lepuh', 'plenting', maupun 'lecet', sehingga perlu diwaspadai dan dicatat sebagai lesi primer.
05 Oktober 2020, 16:14
Baik dokter, Terimakasih banyak atas ilmunya dok.
05 Oktober 2020, 16:54
Dok sepertinya perlu digali lagi informasi tentang ruamnya.. Apakah ada muncul lepuhan selama 1 minggu terakhir? Karena dilihat dri lesinya mengikuti dermatom sehingga menurut saya ini kasus ini suspek herpes zooster.. Dan dilihat dri manefestasi berupa nyeri kadang seperti disetrum, terbakar, ataupun ditusuk" menurut bbrpa pasien.. 
05 Oktober 2020, 19:16
Mkasih atas informasi dan masukannya ya dok.
05 Oktober 2020, 20:26
Sama sama dokter.. Stay Safe..