Membedakan Shigellosis dengan Amoebiasis - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo Dokter, izin bertanya, bagaimana cara membedakan Shigellosis dengan Amoebiasis? Apakah bijak jika diresepkan Ciprofloxcacin dan Metronidazole...

Diskusi Dokter

09 Juli 2021, 21:59

Alo dokter, izin ikut berdiskusi ya Dok, untuk penegakan diagnosis untuk amebiasis perlu menemukan parasit E. histolytica pada feses, sedangkan untuk penegakan pasti diagnosis shigellosis perlu ditemukan bakteri melalui pemeriksaan kultur atau PCR. Jika dilihat dari gejalanya, menurut referensi yang saya dapat, dari hasil penelitian menyebutkan bahwa pasien dengan kasus amebiasis lebih menunjukan gejala diare berair, sedangkan untuk pasien dengan kasus shigellosis menunjukan keluhan demam dengan diare berair, terutama diare dengan darah dan mukus. Sebaiknya untuk pengobatannya perlu disesuaikan dahulu dengan pengobatannya.

Berikut sumber referensi yang saya dapat. Terima kasih.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3741257/

https://www.alomedika.com/penyakit/penyakit-infeksi/amebiasis/diagnosis

https://www.alomedika.com/penyakit/penyakit-infeksi/shigellosis/diagnosis

12 Juli 2021, 05:37
Alo dokter, izin ikut berdiskusi dok. Dari beberapa referensi yg saya baca untuk membedakan shigellosis dengan amoebiasis selain dari peneriksaan penunjang bisa dari manifestasi klininsnya dok. Untuk Shigellosis umumnya "Lying down dysentry" ( pasien biasanya terbaring lemah ), masa inkubasi 5 - 7 hari, timbulnya akut, demam biasa terjadi, tenesmus hebat, rasa sakit di seluruh abdomen terutama daerah sigmoid, volume tinja sedikit tapi sangat frekuen lbh dari 10 kali perhari, darah merah ( bright red ), tinja tidak berbau ( odourless ), blood mucus mainly watery. Sedangkan untuk Amoebiasis umumnya "Walking dysentry" ( pasien masih bisa jalan jalan ), masa inkubasi 20 - 90 hari, timbul tidak akut, sering tanpa demam ( demam muncul bila tjd komplikasi ), tenesmus jarang, rasa sakit local, volume tinja relatively copious ( banyak ), frekuensi rata 6 - 8 kali perhari, tinja berbau Fishy odour ( bau darah yg membusuk ), blood mucus semi formed.
Berdasarkan pengalaman jika dilakukan pemeriksaan feses lengkap dan ditemukan adanya Amoeba dan juga bakteri positif maka selain diberikan antiamoeba juga diberikan antibiotik. CMIIW