Masker yang beredar terdapat keterangan "Non Medis" apakah yang dimaksud dengan itu - Diskusi Dokter

general_alomedika

Selamat sore dokter. Saya ingin share sekaligus bertanya. Akhir2 ini banyak sekali masker disposable 3 ply earloop di pasaran. Tidak sedikit pula yg...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Masker yang beredar terdapat keterangan "Non Medis" apakah yang dimaksud dengan itu

    18 Oktober 2020, 17:27
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Selamat sore dokter. Saya ingin share sekaligus bertanya. Akhir2 ini banyak sekali masker disposable 3 ply earloop di pasaran. Tidak sedikit pula yg mencantumkan sertifikasi produk dg keterangan bahan2 produknya sangat menyerupai masker surgical, BFE >95%. Juga ada keterangan filtering efficiency nya. Tapi... Tercantum keterangan NONMEDIS. Yg membuat sy bingung, apa yg mreka maksud nonmedis itu? Dan apakah masker demikian cocok bagi kita saat bekerja di lingkup RS? Ataukah hanya utk penggunaan sehari2 di luar areal high exposure thd covid? Mohon pencerahan nya karna sy sudah googling tp msh blm ktemu jwbn yg pas. Trima kasih 🙏

18 Oktober 2020, 17:52

Alo dr. Anon, izin ikut berdiskusi ya Dok, menurut sumber yang saya dapat, untuk masker medis sendiri didefinisikan sebagai masker bedah dengan karakteristik kinerja yang sudah diuji menurut serangkaian metode uji terstandar yang bertujuan untuk menyeimbangkan filtrasi yang tinggi, kemudahan bernapas yang memadai, dan (opsional) resistansi penetrasi cairan. Dan untuk jenis masker yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan oleh tenaga kesehatan sendiri  ketika bertugas adalah jenis masker medis ya, Dok. Untuk lebih jelasnya, berikut saya lampirkan referensinya ya, Dok. Semoga membantu. Terima kasih.

 

 

Mungkin ada pendapat dari TS yang lain? Izin menyimak ya, Dok.

anjuran-mengenai-penggunaan-masker-dalam-konteks-covid-19-june-20.pdf
18 Oktober 2020, 21:00
Alo, saya mau sharing dari beberapa sumber yang saya baca, kebetulan saya tertarik tentang masker. 

Masker disposable 3 Ply (3 lapis): 

Terluar: hydrophobic non-woven layer  (translucent). Splash proof. 

Tengah:  melt-blown layer  (white). Filtrasinya. 

Dalam:  soft  absorbent  non-woven  layer. Nyaman untuk pemakai. 

Kenapa dinamakan surgical mask/masker bedah? Karena fungsinya: 
1. Menjaga si pemakai dari kemungkinan percikan darah atau cairan tubuh saat tindakan atau operasi. Luar tidak ke dalam. 
2. Menjaga area operasi tetap steril. Mencegah droplet si pemakai mengkontaminasi area steril. Dalam tidak ke luar.  

Prinsipnya menahan droplet, tidak untuk airborne.

Sifatnya juga loose fit, berbeda dengan respirator N95 yang tight fit. 

Semua produksi masker bedah harus melewati uji kelayakan dan standarisasi. 

Karena masa pandemi Covid ini, begitu banyak pabrik yang ikut² produksi masker bedah ini dalam jumlah besar. 

1 pemikiran yang masuk akal, kenapa ada produk ditulis non medis adalah karena produk itu belum melewati uji/standarisasi tersebut.

Mungkin ada pendapat lainnya? 

Terima kasih. 
18 Oktober 2020, 21:09
Oya, 1 hal terlewat. Untuk Covid, diwajibkan memakai respirator yang tight fit dengan filtrasi minimal 95%. Artinya kemampuan memfilter partikel di udara seukuran 3 mikron s/d 95%. 

Menurut Standar Amerika NIOSH, ada dikenal 3 huruf: 
1. N artinya Not oil resistant
2. R artinya Oil resistant tapi hanya 8 jam
3. P artinya oil proof dengan durasi lama. 

Untuk Covid, minimal yang dipakai adalah filtrasi 95%. 

N95 bukan merek, namun merujuk pada respirator dengan filtrasi 95% dan not oil resistant. 

Demikian sedikit info, semoga bermanfaat. 

Stay safe, happy, and healthy... 😁🙏👍 
19 Oktober 2020, 09:08
Ikut menyimak, terima kasih banyak dokter
19 Oktober 2020, 12:51
Mau menambahkan saja ya, dok.
Berdasarkan efektivitasnya, masker medis memang diketahui memiliki tingkat paling tinggi.
Masker jenis N95 misalnya, didesain untuk memblokir 95% partikel yang sangat kecil. Begitu juga dengan masker bedah dan masker FFP1. Sehingga masker medis sangat efektif untuk mencegah paparan virus. 
Namun penggunaan masker medis di masa pandemi ini harus dikhususkan bagi tenaga kesehatan dan orang-orang berisiko yang terindikasi memerlukannya. Sehingga bagi masyarakat umum untuk kegiatan sehari-hari disarankan menggunakan masker non-medis. 
Penggunaan masker non-medis sangat dianjurkan karena dapat menahan droplet yang dilepaskan dari penggunanya. Seperti saat berbicara, batuk ataupun bersin. Sehingga dapat membantu mengurangi penyebaran virus oleh orang yang mengidap COVID-19 tetapi tidak menyadarinya.
Cara memilih masker non medis:
Berdasarkan himbauan WHO, ada beberapa pertimbangan penting dicatat sebelum memilih masker non-medis yang akan kamu gunakan. 

Jenis bahan

Pemilihan bahan merupakan langkah pertama yang penting karena berpengaruh pada kemampuan filtrasi dan kemudahan bernapas. Untuk masker non-medis ini, katun  merupakan jenis bahan yang disarankan. 

Jumlah lapisan

Jumlah lapisan minimum untuk masker non-medis adalah tiga lapis, tergantung pada jenis kain yang digunakan. Lapisan paling dalam menyentuh wajah dan lapisan paling luar yang terpapar udara lingkungan.

Kombinasi bahan 

Pastikan masker terdiri dari tiga lapis yakni lapisan paling dalam yang terbuat dari bahan katun (hidrofilik), lapisan terluar dari bahan polyester atau polipropilena (hidrofobik), dan lapisan tengah terbuat dari lapisan katun yang dapat meningkatkan filtrasi atau menahan droplet. 
Ketiga lapisan ini penting untuk melindungi pemakai masker. Lapisan-lapisan tersebut akan membatasi kontaminasi dari luar yang menembus ke dalam hidung dan mulut serta dapat meningkatkan filtrasi atau menahan droplet. 

Bentuk masker

Masker harus menutup rapat bagian hidung, pipi, dan dagu. Bentuknya dapat  berupa pipih-terlipat atau duckbill. Bila tidak tertutup rapi, masker dapat menyebabkan kebocoran udara yang masuk maupun keluar tanpa tersaring.