Apakah levonogestrel dapat dibeli tanpa resep dokter - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alodokter, selamat sore. Hampir setiap hari ada user yang menanyakan obat levonogestrel pada saya, ada yang menanyakan efek sampingnya, ada yang...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apakah levonogestrel dapat dibeli tanpa resep dokter

    24 April 2019, 16:46

    Alodokter, selamat sore. 

    Hampir setiap hari ada user yang menanyakan obat levonogestrel pada saya, ada yang menanyakan efek sampingnya, ada yang mengkhawatirkan cara penggunaannya, macam-macam. 

    Yang saya bingungkan, apakah masyarakat memang dapat mengakses morning after pil ini secara bebas? Sebab kebanyakan tidak paham cara penggunaannya.

    Kedua, apakah tidak apa jika melalui platform alodokter, kita menyarakan penggunaannya pada user/pasien?

    Mohon asupannya, dokter2 sekalian..

24 April 2019, 16:55

Alodokter!

Untuk levonogestrel yang dimaksud, masuk ke dalam obat keras yang harus dengan resep dokter. Sesuai logo yang ada di obat (logo merah).

25 April 2019, 08:37
Terima kasih infonya dok😊
24 April 2019, 17:31
Ya Dok,  jelaskan saja kandungannya,  efek sampingnya diperjelas agar user tidak nekat coba-coba minum obat tersebut tanpa konsul ke dokter,  dan ajurkan untuk ke dokter saja bila ada keluhan ya Dok. 
25 April 2019, 08:38
Baik dok, terima kasih. Akan saya peringatkan ke depannya😊
25 April 2019, 08:38
Baik dok, terima kasih. Akan saya peringatkan ke depannya😊
25 April 2019, 17:13
Sama-sama ya Dok 😊.
24 April 2019, 20:15
dr.Tri Gunawan, SpOG
dr.Tri Gunawan, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
 Alo doc
Sebenarnya untuk obat tersebut harus dengan resep dokter, jika ada user yg bertanya diarahkan saja untuk tanya atau periksa langsung ke dokter kandungan untuk lebih jelas mengenai obat tersebut (cara penggunaan, efek samping) dan bagaimana mendapatkannya..Mungkin TS obgin lain ada yg mau menambahkan.
25 April 2019, 08:39
Obegitu dok, baik terima kasih dok😊
24 April 2019, 21:09

Benar sekali dok, di praktik sy sering ketemu pasien yang meminta morning after-pill/EC tsb..

Izin memberikan pendapat.
Obat ini tergolong obat keras dan di kadang Sp.OG yg bisa meresepkan ja. Kalau kita melihat dari perspektif sisi pasien yg saya tanya alasan nya, karena kebanyakan karena sudah ada riwayat aktivitas seksual dan tidak ingin hamil secara instan.

Emergency Contraception/EC sering di salah gunakan untuk persiapan kontrasepsi yang praktis, hingga terjadi penggunaan yang berlebihan tanpa melihat side effect/reverse effect jangka panjang.

Apakah terkait dengan norma adat dan sosial di Indonesia, karena pasien tsb mengeluh harus sampai mencari secara online karena ada stigma masyarakat di daerah saya bahwa EC digunakan pada pasangan yang belum menikah dan kadang-kadang remaja yang sering "berburu" EC padahal harus ada indikasi pemakaian.

Disini dilema nya dok,mungkin ada edukasi yang penting tanpa menghakimi. Jika ada pasien seperti ini... kalau saya menganjurkan pemakaian pil kontrasepsi/ spiral sebelum berhubungan karena lebih aman dan menganjurkan abstinence (tdk berhubungan seksual) apabila belum ada ikatan yg sah. Tapi itu kembali ke individu masing2. Beri dukungan moril supaya pasien tdk cemas agar tidak sampai ada niatan aborsi... Jangan menghakimi pasien spt ini kalau kata senior psikiater sy.

24 April 2019, 23:20

Tambahan dok, kalau pasien dgn indikasi riwayat aktivitas seksual yang belum mencapai waktu maksimal 72 jam, maka boleh saja menganjurkan pasien untuk konsultasi langsung ke dokter via platform online.

25 April 2019, 08:40
Kalau ada yang berkonsultasi via online denggan riwayat seksual kurang dr 72 jam  sebaiknya bagaimana dok?
28 April 2019, 06:58
Sangat manthul penjelasannya Dok 🙏😄
24 April 2019, 22:48
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Alodoc!

Pertanyaan yang sangat bagus. Emergency contraceptive (EC) SEHARUSNYA dapat tersedia bebas seperti di luar negeri, tapi di Indonesia sayangnya harus dengan resep dokter. 

Bila ada teman2 dokter yang dimintakan oleh pasien, mohon agar dapat diberikan resep EC, tidak harus oleh SpOG. Selain itu diberikan tanpa menghakimi ya. Jangan sampai unmet need untuk KB disebabkan oleh faktor dokter juga :)


24 April 2019, 23:10

Setuju dok

24 April 2019, 23:40

Sebenarnya keluhan dilema beberapa dokter umum seperti sy dok, menanggapi kasus unmet need KB trutama di daerah.
Apotek di praktik tmpat saya bekerja, jarang bahkan tidak ada yang "berani" menyediakan EC ini dok, kurang tau kalau di tempat sejawat lain. Jadi, jika ingin meresepkan harus melihat stok dulu, bahkan harus merujuk ke Sp.OG.

Sharing kasus juga pernah sejawat dokter umum di fktp sy dulu sering meresepkan EC, dan setelah itu kena delik aduan masyarakat setempat. Untung sj deliknya lemah dan kurang bukti... jadi sy mulai berpikir bahwa cukup rentan memberikan resep EC sembarangan di praktik scr pribadi. Akhirnya sy hanya edukasi sj dan kadang pasien malu-malu ke tmpat rujukan hingga mungkin mmbuat angka unmet need KB bisa meningkat.

Semoga saja ada regulasi jelas terkait hal ini dok di Indonesia, mungkin sejawat lain ada pasal UU terkait hal ini?  Terimakasih sebelumnya pd TS yg mengangkat diskusi ini.

25 April 2019, 08:45
Dr. Farrel, saya ingin tanya lagi dok.. apabila riwayat hubungan seksual pasien dilakukan dalam 1-3hari setelah jadwal ovulasi pasien, dan jadwal menstruasi pasien selalu rutin misalnya 28 hari sekali. Apakah penggunaan levonorgestrel retap efektif? Apakah jika sudah terjadi pembuahan, obat ini dapat mempengaruhi zigot?
24 April 2019, 22:54
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
Alo dokter!

Berdasarkan ketentuan yg berlaku di Indonesia secara hukum ia termasuk obat keras yg memerlukan resep dan pemeriksaan dokter. sekalipun di luar negeri ini termasuk 'otc' tapi kita tetap mengikuti aturan yg berlaku di negara kita. Jadi sebaiknya ikuti aturan standar yg berlaku seperti juga disarankan di Alodokter utk tetap melalui pemeriksaan dan resep dokter. Pertimbangan luasnya pemberian kontrasepsi atau utk memenuhi unmet need itu dilakukan pada kondisi pasien tatap muka dan diperiksa langsung oleh dokter.

Belum jelas legalitas kita dalam memberikan obat di platform Alodokter ini.

Bila terjadi adverse reaction yg tidak hanya terbatas pada efek samping yg tidak diinginkan, sejawat tidak akan disalahkan karena memberikan anjuran penggunaannya. Jaman sekarang screenshot bisa dijadikan alat bukti, jadi sebaiknya berhati-hati.
25 April 2019, 08:46
Terima kasih dokter utomo untuk penjelasannya. Adverse effect yg umum terjadi apa saja ya dok biasanya?
25 April 2019, 00:13
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
24 April 2019, 22:54
Alo dokter!

Berdasarkan ketentuan yg berlaku di Indonesia secara hukum ia termasuk obat keras yg memerlukan resep dan pemeriksaan dokter. sekalipun di luar negeri ini termasuk 'otc' tapi kita tetap mengikuti aturan yg berlaku di negara kita. Jadi sebaiknya ikuti aturan standar yg berlaku seperti juga disarankan di Alodokter utk tetap melalui pemeriksaan dan resep dokter. Pertimbangan luasnya pemberian kontrasepsi atau utk memenuhi unmet need itu dilakukan pada kondisi pasien tatap muka dan diperiksa langsung oleh dokter.

Belum jelas legalitas kita dalam memberikan obat di platform Alodokter ini.

Bila terjadi adverse reaction yg tidak hanya terbatas pada efek samping yg tidak diinginkan, sejawat tidak akan disalahkan karena memberikan anjuran penggunaannya. Jaman sekarang screenshot bisa dijadikan alat bukti, jadi sebaiknya berhati-hati.
Setuju bang. Meluruskan pernyataan saya tadi, maksudnya peresepan EC adalah dengan konsultasi langsung, bukan via medical apps chat. 
25 April 2019, 00:15
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
24 April 2019, 23:40

Sebenarnya keluhan dilema beberapa dokter umum seperti sy dok, menanggapi kasus unmet need KB trutama di daerah.
Apotek di praktik tmpat saya bekerja, jarang bahkan tidak ada yang "berani" menyediakan EC ini dok, kurang tau kalau di tempat sejawat lain. Jadi, jika ingin meresepkan harus melihat stok dulu, bahkan harus merujuk ke Sp.OG.

Sharing kasus juga pernah sejawat dokter umum di fktp sy dulu sering meresepkan EC, dan setelah itu kena delik aduan masyarakat setempat. Untung sj deliknya lemah dan kurang bukti... jadi sy mulai berpikir bahwa cukup rentan memberikan resep EC sembarangan di praktik scr pribadi. Akhirnya sy hanya edukasi sj dan kadang pasien malu-malu ke tmpat rujukan hingga mungkin mmbuat angka unmet need KB bisa meningkat.

Semoga saja ada regulasi jelas terkait hal ini dok di Indonesia, mungkin sejawat lain ada pasal UU terkait hal ini?  Terimakasih sebelumnya pd TS yg mengangkat diskusi ini.

Kalau sering meresepkan EC berarti ada masalah pada edukasi KB dan kesehatan reproduksi. Karena EC hanya bersifat "sekali-kali" saja, tidak boleh digunakan setiap kali sebagai plan B setelah hubungan seks berisiko. Jika sering melakukan hubungan seksual berisiko maka dianjurkan menggunakan metode KB yg efektif dan kondom utk mencegah IMS.

Memang edukasinya sulit dan masih besar stigma masyarakat kita. Tapi jangan sampai barier nya dari petugas kesehatan.
28 April 2019, 18:31

Terimakasih banyak atas infonya dokter

25 April 2019, 08:47
24 April 2019, 22:48
Alodoc!

Pertanyaan yang sangat bagus. Emergency contraceptive (EC) SEHARUSNYA dapat tersedia bebas seperti di luar negeri, tapi di Indonesia sayangnya harus dengan resep dokter. 

Bila ada teman2 dokter yang dimintakan oleh pasien, mohon agar dapat diberikan resep EC, tidak harus oleh SpOG. Selain itu diberikan tanpa menghakimi ya. Jangan sampai unmet need untuk KB disebabkan oleh faktor dokter juga :)


Dr. Farrel, saya ingin tanya lagi dok.. apabila riwayat hubungan seksual pasien dilakukan dalam 1-3hari setelah jadwal ovulasi pasien, dan jadwal menstruasi pasien selalu rutin misalnya 28 hari sekali. Apakah penggunaan levonorgestrel retap efektif? Apakah jika sudah terjadi pembuahan, obat ini dapat mempengaruhi zigot?
25 April 2019, 12:09
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Efektivitas EC adalah 95% jika digunakan dalam 72 jam pertama setelah hubungan seksual, tidak memandang hari dalam siklus haid.
25 April 2019, 12:27
Terima kasih informasinya dok🙏
09 Mei 2019, 20:15
Alodokter 
Terima kasih dr Darrell Fernando, SpOG atas infonya yg sangat jelas. Semoga tidak salah lg disebut namanya.. 😅
25 April 2019, 20:13
Terima kasih banyak sharingnya dokter. Saya ingin bertanya juga apakah ada batas maksimal penggunaan EC ini karena memang obat ini seharusnya hanya dipakai sesekali, bukan penggunaan rutin. Selain itu efek samping apa yg dikhawatirkan pada penggunaan EC yg terlalu sering? 
05 Mei 2019, 23:34
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Pd literatur tidak dijelaskan bahaya bila terlalu sering menggunakan EC dok karena memang dianjurkannya utk mennggunakan metode KB lain bila sering melakukan hubungan seksual yg berisiko. Sebetulnya indikasinya adalah bila lupa minum pil, kondom bocor, perkosaan dll, yang seharusnya tidak sering terjadi :)
27 April 2019, 10:16
25 April 2019, 08:40
Kalau ada yang berkonsultasi via online denggan riwayat seksual kurang dr 72 jam  sebaiknya bagaimana dok?

Disarankan segera pada user untuk langsung menemui dokter nya dok, bagus lagi jika langsung ke TS Obsgyn jadi ada pemeriksaan yang tepat. 

27 April 2019, 11:13
Terima kasih doc!
27 April 2019, 12:47
Ikut menyimak diskusi nya. Sgt menarik, terimakasih.
06 Mei 2019, 06:27
dr.Samira
dr.Samira
Dokter Umum
Ikut menyimak, terimakasih atas informasinya sejawat dokter umum dan Sp.OG sekalian 🙏🙏
09 Mei 2019, 16:44
dr. Karina Sidabutar, Sp.U
dr. Karina Sidabutar, Sp.U
Dokter Spesialis Urologi - Andrologi
Diskusi yang menarik. Namun, sepertinya EC di beberapa apotik pun bisa didapatkan tanpa resep dokter (dengan menyebutkan merk tentunya).
10 Mei 2019, 13:40
Benar sekali dok. Tidak hanya EC, untuk antibiotik sering juga mudah sekali didapatkan di apotek tanpa resep dokter.

Beberapa kasus yang sering saya temui adalah pasien datang sudah membawa obat yang mereka beli di apotek dan tidak ada perubahan. 

Untuk kasus EC, sering datang karena efek sampingnya yaitu perdarahan