Apa plasenta previa masih bisa bergeser? - Diskusi Dokter

general_alomedika

Maaf Dok, Saya ada dilema, cukup banyak user yang menanyakan cara supaya "plasenta previa" bisa bergeser dari jalan lahir, Saya bingung karena sepengetahuan...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Apa plasenta previa masih bisa bergeser?

    10 April 2019, 09:25

    Maaf Dok, Saya ada dilema, cukup banyak user yang menanyakan cara supaya "plasenta previa" bisa bergeser dari jalan lahir, Saya bingung karena sepengetahuan Saya plasenta yang sudah menempel kuat di rahim tidak bisa berpindah lagi, namun sebagian besar user malah menyebutkan bahwa menurut dokter obgyn mereka dapat bergeser. Apakah benar demikian Dok, mohon asupannya😊

10 April 2019, 09:42

Alo Dokter! 

Dari beberapa yang Saya baca, apabila sudah terdiagnosis, maka plasenta tidak akan bisa bergeser kembali, kemungkinan yang berusaha dikomunikasikan oleh Dokter adalah berapa persen tingkatan plasenta dalam menutup jalan lahirnya, sehingga dapat diperkirakan apakah memang masih bisa dicoba untuk kelahiran normal ataukah memang sudah harus indikasi untuk SC (CMIIW). Ada satu penelitian yang Saya baca, bahwa letak dan posisi plasenta yang diketahui melalui USG abdomen (dan atau transvaginal) pada kehamilan 20 - 23 minggu sebenarnya sudah bisa dijadikan prediksi terjadinya plasenta previa saat kelahiran dan untuk memperkirakan apakah kelahiran normal per vaginam dapat dilakukan atau tidak (selengkapnya dapat dibaca pada link berikut https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11422970 ).

 

 

10 April 2019, 10:00

Alo!

Tambahan sedikit Dok... baru Saya searching, ada sumber yang menyebutkan kalau plasenta letak rendah diketahui sebelum usia kehamilan 20 minggu, maka dikatakan masih bisa bergeser seiring dengan perkembangan dari uterusnya sendiri. 

Ada juga satu literatur lain dari tahun 2001, Saya coba quote di sini:

" The phenomenon of placental migration, that is, an apparent change in the position of the placenta with advancing gestational age, has been well documented since the advent of transabdominal sonography (TAS). A number of publications have described the frequent occurrence of a lowlying placenta during the first and second trimesters, which converts to an upper segment placenta by the early third trimester." (selengkapnya https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/pdf/10.1046/j.1469-0705.2001.00450.x )

Mohon koreksi dan tambahannya apabila ada update terbaru dari rekan-rekan sejawat lainnya, Terima kasih.

 

10 April 2019, 10:43
Baik Dok,  terimakasih atas infonya ya Dok. 
10 April 2019, 10:22
dr. Darrell Fernando, SpOG
dr. Darrell Fernando, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Alodoc!

Tergantung dari usia kehamilannya ya. Jika pada USG terdahulu pernah terdeteksi plasenta previa, maka saat 32-34 minggu harus dilakukan USG ulang utk menilai letak dan  implantasi plasenta.

Sebagian besar kasus plasenta previa marginalis atau parsial bisa "naik" dan kembali ke posisi normal, tapi biasanya jarang pada plasenta previa totalis.


Tidak ada upaya khusus supaya naik, dan ingatkan user2 supaya tidak dilakukan urut perut karena sering salah kaprah kalau diurut bisa normal posisinya. 
10 April 2019, 10:44
Baik dokter Darrel terimakasih atas infonya ya Dok 🙏
10 April 2019, 11:46
dr. Afinia Permanasari, Sp.KJ
dr. Afinia Permanasari, Sp.KJ
Dokter Specialis Psikiater
terimakasih infonya dok..  🙏
10 April 2019, 10:30
dr.A.Triadi,SpOG
dr.A.Triadi,SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
alo doc
perlu dipahami bahwa plasenta previa etiologi dan fsktor resiko harus diketahui. jika user misalnya hamil anak pertama dan tdk ada riwayat operasi, hal ini perlu dokter jelaskan bahwa kemungkinan kecil terjadi

menurut literasi terbaru, plaenta sdh bs di deteksi sejak hamil 16 minggu dan melakukan "migrasi" 5mm/minggu sampai tebentuk segmen bawah rahim saat usia diatas 28 minggu.

artinya bahwa saat hamil muda dibwah 28 mggu kita tdk mengatakan plasenta previa. plasenta bisa saja terlihat seolah menutupi dan perlu di pantau rutin. apakah ada hal hal faktor resiko diatas dan perdrahan yg terjadi
10 April 2019, 10:44
Baik Dok, terimakasih atas infonya Dok,  sangat mencerahkan 🙏
10 April 2019, 10:30
dr.A.Triadi,SpOG
dr.A.Triadi,SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
alo doc
perlu dipahami bahwa plasenta previa etiologi dan fsktor resiko harus diketahui. jika user misalnya hamil anak pertama dan tdk ada riwayat operasi, hal ini perlu dokter jelaskan bahwa kemungkinan kecil terjadi

menurut literasi terbaru, plaenta sdh bs di deteksi sejak hamil 16 minggu dan melakukan "migrasi" 5mm/minggu sampai tebentuk segmen bawah rahim saat usia diatas 28 minggu.

artinya bahwa saat hamil muda dibwah 28 mggu kita tdk mengatakan plasenta previa. plasenta bisa saja terlihat seolah menutupi dan perlu di pantau rutin. apakah ada hal hal faktor resiko diatas dan perdrahan yg terjadi
10 April 2019, 13:03
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
dr.Utomo Budidarmo, SpOG, M.Kes
Dokter Spesialis Kandungan
Alo dokter

Dalam kehamilan karena membesarnya segmen atas rahim dan meregangnya segmen bawah rahim dapat menimbulkan kesan seolah-olah plasenta naik dari letaknya yg sebelumnya misalnya berada pada segmen bawah rahim, dekat ostium uteri internum atau malah menutupinya.

Ada juga fenomena yg dinamakan placental trophotropism dimana plasenta cenderung utk 'berpindah' ke tempat dimana vaskularisasi lebih baik utk suplai darah yg lebih baik, dimana ini terletak pada segmen rahim atas ketimbang yg dibawah. Placental migration ini oleh beberapa keterangan dari sumber tertentu dinyatakan dengan kecepatan 1 mm per minggu. Hal ini yg oleh beberapa ahli diduga juga menyebabkan kelainan bentuk plasenta tertentu.
10 April 2019, 13:20
Baik Dok,  terimakasih sekali untuk infonya ya Dok 🙏
10 April 2019, 13:48
Terimakasih semua atas infonya dok, sangat bermanfaat
10 April 2019, 18:04
Terimakasih dok sharing nya, bermanfaat sekali.
10 April 2019, 18:04
Terimakasih dok sharing nya, bermanfaat sekali.
10 April 2019, 19:19
dr.Tri Gunawan, SpOG
dr.Tri Gunawan, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Alo Doc

Pada kehamilan, lokasi plasenta harus ditentukan saat fetal survey trimester 2 (18-24 mgg). Jika pada pemeriksaan USG abdominal dicurigai keemungkinan plasentanya di bawah sebaiknya dpt dilakukan USG Transvaginal untuk mengkonfirmasi diagnosisnya.

Pasien dengan batas tepi bawah plasenta dengan OUI (ostium uteri internum) < 1 cm pada saat USG 20 mgg umumnya perlu dilakukan USG kembali pada usia 32-35 mgg untuk menentukan lokasi plasenta apakah plasenta previa atau bukan. namun jika plasentanya overlaping atau melewati OUI melebihi >= 2,5 cm hampir dipastikan sampai kehamilan aterm akan tetap jadi plasenta previa. jika hal ini terjadi dari literatur yg ada sebaiknya pada usia kehamilan 37 mgg dilakukan terminasi SC elektif. Namun jika memungkinkan bisa ditunggu sampai 38-39 mgg untuk mengurangi risiko Transient Tachypnea of thhe new born.

Yang perlu diperhatikan adalah jika kita menemui plasenta previa pada pasien riwayat SC atau kuretase sebaiknya harus kita pastikan apakah plasentanya menjadi plasenta adhesiva (akreta,inkreta,perkreta) atau tidak, karena sangat berbahaya.

Selain edukasi jangan diurut atau dipijat seperti TS lain utarakan, menghindari berhubungan seksual juga harus disampaikan karena risiko perdarahan pada pasien seperti ini. Yang tidak kalah penting edukasi pasien untuk sedia donor hidup jika seandainya suatu saat nanti terjadi perdarahan sebelum atau saat persalinan agar nakes mudah mendapatkan darah terutama jika darahnya sulit dicari seperti golongan AB.
11 April 2019, 11:01
Terimakasih atas tambahan infonya Dok, sangat mencerahkan 🙏
10 April 2019, 19:19
dr.Tri Gunawan, SpOG
dr.Tri Gunawan, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Alo Doc

Pada kehamilan, lokasi plasenta harus ditentukan saat fetal survey trimester 2 (18-24 mgg). Jika pada pemeriksaan USG abdominal dicurigai keemungkinan plasentanya di bawah sebaiknya dpt dilakukan USG Transvaginal untuk mengkonfirmasi diagnosisnya.

Pasien dengan batas tepi bawah plasenta dengan OUI (ostium uteri internum) < 1 cm pada saat USG 20 mgg umumnya perlu dilakukan USG kembali pada usia 32-35 mgg untuk menentukan lokasi plasenta apakah plasenta previa atau bukan. namun jika plasentanya overlaping atau melewati OUI melebihi >= 2,5 cm hampir dipastikan sampai kehamilan aterm akan tetap jadi plasenta previa. jika hal ini terjadi dari literatur yg ada sebaiknya pada usia kehamilan 37 mgg dilakukan terminasi SC elektif. Namun jika memungkinkan bisa ditunggu sampai 38-39 mgg untuk mengurangi risiko Transient Tachypnea of thhe new born.

Yang perlu diperhatikan adalah jika kita menemui plasenta previa pada pasien riwayat SC atau kuretase sebaiknya harus kita pastikan apakah plasentanya menjadi plasenta adhesiva (akreta,inkreta,perkreta) atau tidak, karena sangat berbahaya.

Selain edukasi jangan diurut atau dipijat seperti TS lain utarakan, menghindari berhubungan seksual juga harus disampaikan karena risiko perdarahan pada pasien seperti ini. Yang tidak kalah penting edukasi pasien untuk sedia donor hidup jika seandainya suatu saat nanti terjadi perdarahan sebelum atau saat persalinan agar nakes mudah mendapatkan darah terutama jika darahnya sulit dicari seperti golongan AB.
10 April 2019, 19:19
dr.Tri Gunawan, SpOG
dr.Tri Gunawan, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan
Alo Doc

Pada kehamilan, lokasi plasenta harus ditentukan saat fetal survey trimester 2 (18-24 mgg). Jika pada pemeriksaan USG abdominal dicurigai keemungkinan plasentanya di bawah sebaiknya dpt dilakukan USG Transvaginal untuk mengkonfirmasi diagnosisnya.

Pasien dengan batas tepi bawah plasenta dengan OUI (ostium uteri internum) < 1 cm pada saat USG 20 mgg umumnya perlu dilakukan USG kembali pada usia 32-35 mgg untuk menentukan lokasi plasenta apakah plasenta previa atau bukan. namun jika plasentanya overlaping atau melewati OUI melebihi >= 2,5 cm hampir dipastikan sampai kehamilan aterm akan tetap jadi plasenta previa. jika hal ini terjadi dari literatur yg ada sebaiknya pada usia kehamilan 37 mgg dilakukan terminasi SC elektif. Namun jika memungkinkan bisa ditunggu sampai 38-39 mgg untuk mengurangi risiko Transient Tachypnea of thhe new born.

Yang perlu diperhatikan adalah jika kita menemui plasenta previa pada pasien riwayat SC atau kuretase sebaiknya harus kita pastikan apakah plasentanya menjadi plasenta adhesiva (akreta,inkreta,perkreta) atau tidak, karena sangat berbahaya.

Selain edukasi jangan diurut atau dipijat seperti TS lain utarakan, menghindari berhubungan seksual juga harus disampaikan karena risiko perdarahan pada pasien seperti ini. Yang tidak kalah penting edukasi pasien untuk sedia donor hidup jika seandainya suatu saat nanti terjadi perdarahan sebelum atau saat persalinan agar nakes mudah mendapatkan darah terutama jika darahnya sulit dicari seperti golongan AB.