Pilihan Antidepresan dalam Kehamilan - Diskusi Dokter

general_alomedika

Malam docs, hendak menanyakan perihal penggunaan antidepresan dalam kehamilan. Kmrn ada pasien yg share kalau ia masih menggunakan antidepresan dan saat ini...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Pilihan Antidepresan dalam Kehamilan

    Dibalas 28 Oktober 2018, 02:41
    dr. Jonathan Kevin Djuanda, SpOG
    dr. Jonathan Kevin Djuanda, SpOG
    Dokter Spesialis Kandungan

    Malam docs,

    hendak menanyakan perihal penggunaan antidepresan dalam kehamilan. Kmrn ada pasien yg share kalau ia masih menggunakan antidepresan dan saat ini sedang hamil sekitar 8-9 mgg. Ia menanyakan apa perlu distop atau diganti.

    Saya baca2 rata2 spt Paroxetine atau Fluoxetine mmg memiliki efek samping tp sistemnya kalau benefit > risk maka tdk masalah. Sementara yg relatif aman adalah Sertraline.

    Jika demikian apa sebaiknya diganti kah antidepresannya dgn SSRI spt Sertraline atau dibiarkan saja dgn yg lama? Kadang kalau ganti jenis sementara sebelumnya sudah cocok kan jd penyesuaian lg.

    Thank you docs!

22 Oktober 2018, 19:43
Selamat malam Dok, menurut link berikut https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3103063/?report=reader#!po=47.3404 sebenarnya psikoterapi interpersonal (IPT) dan Cognitif Behavioral therapy (CBT) tetap menjadi terapi pertama yang dianjurkan untuk kondisi depresi saat kehamilan, namun pada kondisi- kondisi khusus tetap diperlukan therapy obat Dok, nah pada link yang sama diberikan algoritma management dari keadaan depresi wanita yang sedang hamil, yang mungkin dapat di baca dan disesuaikan dengan kondisi pasiennya Dokter, karena pada dasarnya tidak ada obat yang benar-benar aman pada saat kehamilan Dok, dan untuk penggantian obat, penambahan dosis dan atau untuk menghentikan obat sangat bergantung pada kondisi klinis dan pemeriksaan Dokter secara langsung Dok
berikut algoritma yang di dapat Dok, jika tidak jelas pada Link juga ada Dokter
CMIIW

23 Oktober 2018, 12:39
penggunaan obat antidepresan pada kehamilan sangat jarang, sehingga publikasinya pun minim. karena penggunaannya bersifat wajib diberikan, tetap informed concent untuk kejadian malformasi. karena tidak ada antidepresan yg benar2 aman, terutama pada trimester 1.
23 Oktober 2018, 14:00
dr. Jonathan Kevin Djuanda, SpOG
dr. Jonathan Kevin Djuanda, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan

dr.Merry Dame Cristy Pane
Oct 22, 2018 at 19:43 PM

Selamat malam Dok, menurut link berikut https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3103063/?report=reader#!po=47.3404 sebenarnya psikoterapi interpersonal (IPT) dan Cognitif Behavioral therapy (CBT) tetap menjadi terapi pertama yang dianjurkan untuk kondisi depresi saat kehamilan, namun pada kondisi- kondisi khusus tetap diperlukan therapy obat Dok, nah pada link yang sama diberikan algoritma management dari keadaan depresi wanita yang sedang hamil, yang mungkin dapat di baca dan disesuaikan dengan kondisi pasiennya Dokter, karena pada dasarnya tidak ada obat yang benar-benar aman pada saat kehamilan Dok, dan untuk penggantian obat, penambahan dosis dan atau untuk menghentikan obat sangat bergantung pada kondisi klinis dan pemeriksaan Dokter secara langsung Dok
berikut algoritma yang di dapat Dok, jika tidak jelas pada Link juga ada Dokter
CMIIW

terima kasih dok, cb saya gali lg lbh mendalam

23 Oktober 2018, 14:01
dr. Jonathan Kevin Djuanda, SpOG
dr. Jonathan Kevin Djuanda, SpOG
Dokter Spesialis Kandungan

dr.Ferry Iskandar Kharisma Sinaga,SpOG
Oct 23, 2018 at 12:39 PM

penggunaan obat antidepresan pada kehamilan sangat jarang, sehingga publikasinya pun minim. karena penggunaannya bersifat wajib diberikan, tetap informed concent untuk kejadian malformasi. karena tidak ada antidepresan yg benar2 aman, terutama pada trimester 1.

Baik dok, terima kasih banyak untuk insightnya.

28 Oktober 2018, 02:41
dr. Melati, Sp.KJ
dr. Melati, Sp.KJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
Sampai saat ini, antidepresan masih termasuk golongan C. Sehingga belum dibilang aman digunakan pada ibu hamil. Biasanya pada pasien depresi dengan kehamilan, diutamakan dengan psikoterapi dan meningkatkan dukungan sosial.