Secara historis (sebelum tahun 1980-an), kodein dianggap sebagai antitusif "gold standard" untuk batuk. Mengapa kini kodein tidak lagi direkomendasikan dalam...
Alasan Kodein Tidak Lagi Direkomendasikan Sebagai Obat Batuk - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Alasan Kodein Tidak Lagi Direkomendasikan Sebagai Obat Batuk
Secara historis (sebelum tahun 1980-an), kodein dianggap sebagai antitusif "gold standard" untuk batuk. Mengapa kini kodein tidak lagi direkomendasikan dalam praktik klinis rutin?
A. Kodein hanya menekan batuk malam hari, bukan batuk siang hari
B. Bukti menunjukkan tidak ada manfaat dan risiko keamanan yang signifikan, termasuk metabolisme yang tidak dapat diprediksi
C. Kodein kurang efektif dibandingkan sirup batuk non-opioid
D. Kodein menyebabkan efek samping pencernaan ringan pada sebagian besar pasien
ALO Dokter! Jawabannya B ya dok.
Kodein telah lama dianggap sebagai antitusif standar, tetapi uji klinis modern sejak tahun 1990-an dan seterusnya menunjukkan kodein tidak memiliki efek yang lebih baik daripada plasebo untuk batuk akut. Selain itu, variabilitas farmakogenetik (CYP2D6) menyebabkan kadar morfin yang tidak dapat diprediksi sehingga menimbulkan risiko depresi pernapasan, overdosis, dan bahkan kejadian fatal pada anak-anak.
Risikonya meliputi:
- Depresi pernapasan
- Sedasi
- Mual/muntah
- Konstipasi
- Overdosis
- Kejadian fatal pada anak-anak, bahkan setelah dosis rutin
- Potensi penyalahgunaan dan ketergantungan yang tinggi
Guideline American College of Clinical Pharmacy, National Institute for Health and Care Excellence, CHEST (American College of Chest Physicians), dan pedoman utama lainnya sekarang melarang penggunaannya. Profil risiko-manfaat kodein tidak dapat diterima, terutama ketika ada pilihan yang lebih aman.
Dokter bisa simak penjelasan lebih lanjut di video Youtube Alomedika berikut: https://www.youtube.com/watch?v=bq009mOzalM