Preparat Echinacea Sebagai Immunomodulator Dalam Penatalaksanaan Common Cold

Oleh dr. Irwan Supriyanto

Efektifitas preparat echinacea sebagai immunomodulator dalam penatalaksanaan selesma (common cold) masih belum diketahui secara pasti oleh praktisi, namun preparat ini tetap sering diberikan kepada pasien. Saat ini terapi herbal memang sedang menjadi tren karena dianggap sebagai terapi yang aman. Salah satu contohnya adalah penggunaan preparat Echinacea secara besar-besaran.

Tanaman Echinacea telah dipergunakan secara luas di berbagai belahan dunia dan dipercaya bisa memacu sistem imun sehingga membantu proses recovery maupun memperbaiki daya tahan tubuh. Karena itulah produk yang mengandung Echinacea diiklankan sebagai produk yang bisa mencegah dan mempercepat kesembuhan selesma (common cold).

Selesma/ Common Cold

Istilah selesma (common cold) digunakan untuk menggambarkan infeksi saluran pernafasan atas ringan yang umumnya disebabkan oleh beberapa jenis virus dengan gejala diantaranya bersin, batuk, tenggorokan tidak nyaman, dan hidung tersumbat atau berair. Kadang gejalanya juga disertai demam ringan, malaise, nyeri kepala, dan nyeri sendi. [1] Penyebab terbanyak common cold adalah Rhinovirus dan Coronavirus. [2,3]

Secara umum gejala common cold lebih ringan dari gejala influenza. Common cold cepat menular melalui sekresi/droplet, baik melalui kontak langsung maupun secara aerial. Meskipun common cold mempunyai prevalensi tinggi, penyakit ini merupakan self limiting disease. Akan tetapi, bila tidak segera membaik dapat terjadi superinfeksi bakterial yang akan menyebabkan gejala yang lebih berat, seperti sinusitis, otitis media, dan pneumonia. [4] Karena itu, terapi pada common cold lebih ditujukan untuk mengurangi keparahan dan mempersingkat durasi, bukan bertujuan kuratif.

common cold pill

Echinacea

Echinacea adalah tumbuhan asli Amerika yang telah digunakan sejak dahulu oleh penduduk asli Amerika untuk mengatasi batuk, tenggorokan tidak nyaman, dan tonsillitis. Praktek ini kemudian menyebar sampai ke Eropa. Penggunaannya mulai menurun setelah penemuan antibiotik, namun kembali meningkat seiring dengan tren pengobatan herbal. [5,6]

Ada beberapa jenis Echinacea yang digunakan dalam berbagai produk herbal, yaitu Echinacea purpurea (E. purpurea), Echinacea pallida (E. pallida), dan Echinacea angustifolia (E. angustifolia). Berbagai bagian dari tanaman ini telah digunakan dan diekstraksi dengan berbagai metode, termasuk akar, biji, bunga dan daunnya. Meskipun telah lama dan banyak digunakan, namun efikasi sediaan Echinacea dalam terapi common cold masih kontroversial.

Efek Immunomodulator Echinacea Pada Common Cold

Mekanisme immunomodulator Echinacea masih belum jelas. Ada empat kandungan yang diperkirakan menjadi perantara aktivitas immunomodulator Echinacea, yaitu alkamide, glikoprotein, polisakarida, dan turunan caffeoyl (echinacoside, asam chiroric, asam caffeic). Efek farmakologis Echinacea bisa dihasilkan oleh masing-masing senyawa atau sebagai akibat interaksi sinergistik dari senyawa-senyawa tersebut. Stimulasi sistem kekebalan tubuh diperkirakan merupakan efek kombinasi dari alkamid, asam chiroric, dan polisakarida. [3,6]

Berbagai review dan penelitian tentang Echinacea menunjukkan hasil beragam mengenai efek farmakologisnya terhadap sistem imun. Beberapa studi in vitro melaporkan bahwa Echinacea dapat meningkatkan sistem umum dengan cara aktivasi makrofag dan sel natural killer (NK), meningkatkan aktivitas fagositosis, meningkatkan produksi sitokin, meningkatkan jumlah sel limfosit dan monosit, dan memperbaiki respon antibodi. Secara umum Echinacea mempunyai efek antinflamasi, dan efek antiviral. Namun, mekanisme Echinacea dalam mencegah atau membantu proses penyembuhan common cold masih belum bisa dijelaskan sepenuhnya. [4,6]

Efektivitas Echinacea dalam terapi common cold dinilai berdasarkan kemampuannya untuk mencegah timbulnya gejala pada mereka yang berisiko, mengurangi durasi sakit, dan derajat keparahan gejala. Penelitian menunjukkan bahwa Echinacea mempunyai efek profilaktik terhadap common cold. Konsumsi Echinacea bisa menurunkan risiko untuk mengalami common cold bila dibandingkan dengan plasebo dan karenanya menurunkan insidensi common cold. Selain daripada itu, Echinacea juga dilaporkan dapat menurunkan tingkat keparahan common cold. Namun, perlu dicatat bahwa bukti klinis yang ada hanya moderat. [4,6,7]

Sistematik review lain menyebutkan bahwa secara umum Echinacea tidak berefek terhadap common cold meskipun memang terdapat efek terhadap kekebalan tubuh. [5]

Sebuah review sistematik yang dipublikasikan oleh Cochrane melakukan analisis terhadap 24 studi double blind trial. Penulis review menyimpulkan bahwa preparat Echinacea tidak terbukti bermanfaat dalam penatalaksanaan common cold. Selain daripada itu, dikatakan pula bahwa penggunaan sebagai profilaksis kurang menunjukkan relevansi klinis. [6] Namun, meta analisis sebelumnya ada yang menyebutkan bahwa konsumsi Echinacea bisa menurunkan insidensi dan durasi selesma, walaupun memang penelitian lanjutan mengenai jenis spesies, preparat, dan dosis masih harus dilakukan. [3]

Efek samping konsumsi Echinacea pada selesma dilaporkan minimal, meskipun telah ada beberapa kasus alergi. Efek samping lain yang bisa timbul akibat konsumsi Echinacea adalah gangguan pencernaan, nyeri kepala, dan ruam kulit. [4,6]

Kesimpulan

Pada banyak penelitian in vitro, preparat Echinacea memang menunjukkan efek sebagai immunomodulator, namun manfaat klinisnya dalam penatalaksanaan selesma (common cold) masih belum dapat dibuktikan. Kebanyakan dari studi yang ada menyatakan bahwa penggunaan preparat Echinacea tidak terbukti bermanfaat sebagai terapi utama common cold. Ditambah lagi, penggunaannya sebagai profilaksis juga tidak memiliki relevansi klinis yang cukup kuat. Meta analisis yang melaporkan adanya manfaat penggunaan Echinacea dalam penatalaksanaan common cold juga memaparkan adanya berbagai keterbatasan studi. Penelitan studi prospektif random dengan jumlah sampel yang lebih besar masih diperlukan untuk menggali lebih dalam mengenai topik ini.

Referensi